Rabu, 04 Maret 2009

Mengajak Masyarakat Cinta Membaca
Oleh: Choir el Hakeem bikalunjany
Seiring kemajuan di bidang teknologi dan informasi, media massa semakin mudah didapatkan dari kota sampai pelosok desa. Masyarakat umum sekarang disuguhi informasi dan hiburan (infotainment) dari berbagai sumber atau media. Sebut misalnya, sarana yang berupa televisi, radio, telepon seluler, komputer dan internet. Perangkat-perangkat tersebut merupakan alat ampuh dan cepat untuk mempengaruhi penonton dan penggunanya untuk meniru atau melakukan sesuatu yang diliat dan dengan tanpa sempat menyaring info dan data yang diperoleh.
Di sisi lain, budaya membaca buku, koran dan sejenisnya seolah-olah tenggelam dan punah di lingkungan masyarakat. Sebagian mereka beralasan tidak cukup dana untuk membeli surat kabar dan buku. Tetapi mengapa hampir setiap rumah tersedia pesawat telivisi berwarna? Mereka lebih suka melihat televisi dari pada mencari infomasi lewat media tulisan. Mungkin karena media audio-visual mempunyai kelebihan diantaranya menyiarkan berita secara live, langsung. Atau karena lebih puas dengan hanya menyaksiakn dan mendengarkan saja. Sementara media cetak hanya menyajikan tulisan dan dukungan gambar secukupnya, sehingga dirasa tidak efektif, dan meluangkan waktu untuk membacanya.
Permasalahan umum tersebut terjadi sekeliling kita, di kampung kita yang mana tidak ada wadah atau ruang khusus yang menyediakan bacaan untuk masyarakat desa. Hal itulah yang mungkin menyebabkan orang-orang dewasa tidak menyadari pentingnya kebiasaan membaca untuk menggali sejumlah pengetahuan yang dibutuhkan. Selain itu, faktor yang diduga penyebab minimnya minat baca masyakat umum adalah minimnya waktu luang di siang hari untuk mengunjungi perpustakaan yang tersedia. Factor lainnya, kurangnya sosialisasi dan inovasi dari pihak pemerintah daerah kepada masyarakat desa tentang perlunya membangkitkan budaya baca. Di samping itu, pengaruh merebaknya tayangan televisi yang dianggap lebih menghibur dan penuh isu, gossip, dan berita yang menghebohkan. Penyebabnya lagi, mungkin masyarakt kurang memahami tentang manfaat-manfaat yang diperoleh dari membaca koran, majalah atau buku.
Karena itulah untuk menciptakan kecintaan membaca, mari membangkit semangat bersama mencerdaskan masyarakat melalui kebiasaan membaca di mana saja dan kapan saja. Secara teoritis, membaca berarti kegiatan yang dilakukan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang disampaikan oleh penulis melalui media tulis (Herry GT, 1986). Untuk menanamkan aktifitas positif ini, memang butuh waktu dan kerjasama serta strategi yang kreatif dan tepat sasaran.
Langkah-langkah yang dilakukan adalah pertama, kampanye koran/tabloid masuk desa. Di setiap tempat strategis seperti perempatan jalan atau minimal di balai desa, perlu dipasang surat kabar harian sehingga memungkinkan warga untuk membaca dan mengetahui perkembangan nasional dan lokal. Kedua, membuat majalah dinding berupa informasi desa setempat dan juga wacana lokal serta menampunng inspirasi, ide, aspirasi, saran dan kritik warga sekitar melalui tulisan. Ketiga, menyenggarakan kompetisi dalam rangka menggugah gemar membaca dan berkreasi. Misalnya mengadakan lomba membaca puisi, cerpen dan menceritakan isi buku tertentu. Tentunya dengan hadiah atau souvenir yang menarik bagi pemenang dan peserta.
Langkah selanjutnya, himbauan secara tertulis dan lisan dari pihak perpustakaan atau instansi khusus yang menangani bidang informasi dan pelayanan public, juga diharapkan berpastisipasi dalam rangka mengajak masyarkat umum agar cinta dengan ilmu pengetahuan. Pihaknya bisa memberikan bimbingan, penyuluhan atau seminar sehari tentang manfaatnya membaca dan menggali informasi melalui buku. Selain itu , bisa disediakan ruang baca di lokasi setempat untuk para warga yang hendak meminjam buku bacaan yang dibutuhnya seperti pendidikan, ekonomi, social, teknologi dll.
Di lain pihak, penerbit (dan penulis) buku bisa melakukan langkah inovatif dan konket di hadapan warga desa dengan menyumbangkan buku secara Cuma-Cuma kepada pihak kelurahan atau sukarelawan yang peduli dengan kepentingan umum. Selain itu, penerbit memberikan diskon lebih besar bagi pembeli sebagai stimulus agar mereka haus akan ilmu pengetahuan dan menghilang citra masyarakat bahwa buku itu mahal dan boros.
Sementara itu, ada mungkin sedikit orang dewasa yang tidak dapat membaca dan menulis alias buta buruf. Ini menuntut ketelatenan dan kesabaran bagi guru, pembimbing, sukarelawan untuk mengajari baca tulis secara sederhana dan praktis. Segera setelah mereka lancer membaca, maka cepat-cepatlah untuk mengajak menggali informasi dan pengetahuan lewat tulisan sesuai dengan tingkat kemampuannya.
Dengan demikian, diharapkan hati nurani masyarakan akan terdorong untuk lebih memburu informasi dan pengetahuan lewat media cetak dan media buku. Lebih baik pula apabila semua pihak pemerintah, swasta, dan masyaraakt saling membantu dan menyadari akan pentingnya membudayakan membaca untuk menimimalkan pengaruh negative akibat deras arus teknologi yang tidak terbendung. Tiada kata terlambat untuk memulai suatu kebaikan!

*) Penulis adalah Pemerhati pendidikan, sosial dan agama, Manager Brilliant Collection.
Email: brilliantcollection@yahoo.com

Selasa, 10 Februari 2009

Meski usia masih 35 tahun, namun sukses berbisnis telah diraih di genggamannya. Dengan kegigihan untuk berdiri di atas kaki sendiri, kegagalan-kegagalan yang dialaminya tak membuat ia bergeming untuk bertekad menjadi bos di perusahaan sendiri.Siapa menyangka jika pemuda yang dulunya dikenal sebagai anak bandel temyata sekarang bisa menjadi seorang pengusaha sukses. Betapa tidak, ketika duduk di bangku SD, ia hampir dikeluarkan. Lalu semasa SMP pernah disumpahi oleh salah satu gurunya bahwa dirinya tidak mungkin menjadi orang sukses. Demikian halnya saat masuk STM, pria yang satu ini sering ”cabut” dari ruang kelas.
Namun, kini ia mampu membuktikan bahwa dirinya juga memiliki kemampuan lain yang lebih besar dari sekedar prestasi akademis. Hal ini tentu saja bukanlah keberuntungan, tapi kuatnya cita-cita dan dukungan orangtua. Lebih baik kecil-kecil jadi BOZZ...
Meski belum mengetahui bagai­mana cara agar dirinya menjadi pengusaha. Namun, ia sudah bertekad untuk menjadi pengusaha. Dan ternyata cita-cita itu mendapat dukungan dari sang ayah, Untung Setiabudi. Pengalaman sang ayah bekerja di salah satu bank swasta dan perusahaan lain yang menimbulkan ketidakpuasan, membuat ayahnya memberi nasehat, "Lebih baik kecil-kecil jadi bos, daripada gedhe-gedhe jadi kuli". Pesan itulah yang memicu semangat bahwa dirinya mampu menjadi seorang entrepreneur.
Setelah berhasil menyelesaikan studi di salah satu institut swasta di Surabaya. Pria kelahiran Semarang, Jawa Tengah, 27 April 1973 ini segera mencari tempat untuk menimba ilmu dunia usaha. Dipilihlah salah satu anak perusahaan Astra Group menjadi wadah baginya untuk mempelajari sirkulasi perdagangan. Bahkan dengan pede (percaya diri), saat tes wawancara berlangsung, Jaya Setiabudi menya­takan bahwa tujuannya bekerja adalah mencari ilmu karena ia ingin menjadi pengusaha. Posisi yang dipilih pun bukan engineer sesuai dengan studi yang ditempuh, namun technical buyer.
Tak peduli jam kerja telah usai dan di saat karyawan lain sedang tertidur pulas di rumahnya, sarjana elektro ini makin asyik bergelut dengan pekerjaannya. Tujuannya hanya satu yakni mempelajari dan memahami dengan benar konsep pekerjaan tersebut, salah satunya adalah purchasing order.
Meski pimpinannya tak pernah tahu dan ia tak pernah mendapat uang lembur, dirinya terus bekerja dari hari Senin sampai Minggu tanpa mempedulikan besarnya gaji yang diperoleh. Kondisi ini berlangsung hampir selama 1 tahun penuh tanpa libur. Setelah dirasa puas dengan ilmu yang didapat maka putra keenam dari tujuh bersaudara ini memutuskan untuk mengundurkan diri. Lalu dimulailah langkahnya untuk menjejakkan kaki di dunia usaha setelah 1 tahun 4 bulan bekerja. Awal bisnisnya dibuka tepatnya di bulan Agustus 1998.
Dengan uang 4,5 juta di tangan, Jaya bersama 2 orang rekannya, membuka Industrial Supply. ”Alhamdulillah 3 bulan bangkrut”, katanya. Karena kegagalan itu pula, Jaya mengalami masa-masa sulit. Bahkan untuk makan sehari-hari, ia hanya bisa membeli satu buah telur dari uang receh yang dulu pernah tidak disukainya. Tapi suami dari Liana ini tetap tegar dan tak takut untuk mencoba lagi terjun ke dunia bisnis.
Dengan minimnya modal, dirangkullah orang lain untuk bekerjasama. Hanya dengan modal kepercayaan, Jaya membuka usaha yang serupa untuk kedua kalinya. Dengan sistem pembayaran mundur kepada supplier, maka ia bisa mendapat kelonggaran terhadap kondisi keuangannya. Setelah sekian waktu, secara perlahan usaha itu mulai merangkak naik dan mulai menunjukkan hasil. Seperti pengusaha pemula lainnya, merasa ”tangannya sakti”, Jaya terlalu cepat berekspansi bisnis, membuka warung makan, desain grafis, distribusi additif (otomotif), yang akhirnya ditutup dengan kerugian yang besar. ”Itu semua uang sekolah saya”, katanya tanpa beban.
Di usia bisnisnya yang menginjak tahun kesepuluh, Momentum Grup, begitu sebutan grup bisnisnya, telah membawahi beberapa perusahaan yang semuanya profitable. Bidang usahanya antara lain, distributor untuk produk-produk hi-tech industry, supplier dan retail di bidang Food and beverage dengan bendera ‘The Farmer’, agen oli (di Jakarta) dan perusahaan training Entrepreneurship. Yang kesemuanya telah dikelola oleh tenaga-tenaga profesional, sehingga sejak 2 tahun terakhir ini, dirinya tidak pernah lagi mengantor. ”Kecuali Momentum Entrepreneur Mindset (yang membidani Ecamp dan YEA), semuanya saya tidak pegang lagi”, imbuhnya. Sebagian besar perusahaannya berlokasi di Batam, karena disanalah tempat yang potensial untuk arus perdagangan baik skala nasional maupun internasional. Setelah Batam, dipilihlah Jakarta sebagai tempat kedua bagi bisnisnya.
Meski sudah memiliki beberapa perusahaan yang omzetnya mencapai kisaran miliaran rupiah perbulan, namun total pegawai yang dipekerjakan hanya 20an orang. Menurut pria yang suka tidur dan nonton film ini, rahasianya terletak pada pemilihan bisnis yang memiliki diferensiasi yang kuat dan sistem yang handal.
We Create Partners...
Hal itu juga harus ditunjang de­ngan kepemimpinan yang baik dengan motto yangdipegang, ”We create partners not employees” (Kami menciptakan rekan kerja bukan para pekerja). Motto itu dilaksanakan dengan keberaniannya untuk berbagi saham perusahaan kepada para pegawainya dengan jumlah yang disesuaikan dengan kriteria tertentu seperti integritas, loyalitas, dan beberapa kriteria lain. Penerapan konsep tersebut membuat karyawannya ikut memiliki perusahaan yang dinaunginya. Hasilnya perusahaan itu terus maju dan makin berkembang. ”Saya memiliki partner-partner yang jauh lebih pandai dari saya dan bisa mengembangkan perusahaan lebih baik daripada saya sendiri”, ucapnya merendah.
Meski bisnisnya makin merambah ke berbagai bidang, tapi anehnya ayah dari Sarah Aulia Setiabudi dan Alfin Risqi Setiabudi ini tak pernah sibuk mengurusi bisnisnya. Sebab, ia mempercayakan bisnisnya kepada para direksi yang dijadikannya sebagai rekan. Jadi dirinya sangat leluasa untuk bercengkrama dengan keluarga. Saat ini, sebagian besar waktunya diabdikan untuk membagi ilmu tentang dunia bisnis, secara aktif dengan menjadi narasumber wirausaha sejak 3 tahun terakhir ini di beberapa radio di Batam, TV lokal dan Kolumnis di media masa, baik lokal maupun nasional. Disamping itu, Mentor terfavorit 2008 versi Entrepreneur University ini, memiliki kesibukan berbagi di lebih dari 30 kota se-Indonesia.
Rupanya pria yang tidak suka dengan urusan politik ini tak puas hanya menjadi pengasuh forum pengusaha. la juga ingin memiliki nilai tambah dari sekedar pengusaha. Dan dirinya menunjukkan bahwa ia juga mampu membuat konsep wirausaha berdasarkan perjalanan penemuannya sendiri. Konsep tersebut rencananya akan dirangkum dalam buku yang ditulisnya sendiri dan akan segera launching tahun ini, dengan judul "The Power of Kepepet" dan ”MOMENTUM, The 5 Elements of Entrepreneurship”.
Sebagai entrepreneur, ia pun memiliki visi yang ingin digapainya. Pertama, ingin menciptakan sejuta pengusaha sukses. Dan yang kedua, bisa menjadi saluran rejeki bagi orang lain. Untuk mewujudkan visi tersebut, salah satu upaya yang dilakukan adalah membentuk Entrepreneur Association (EA). Tujuannya adalah menciptakan pengusaha Indonesia yang bermoral dan memiliki integritas. Asosiasi ini mampu mewadahi semua lapisan pengusaha untuk andil di dalamnya. Sistemnya melalui pengelompokan yang sesuai dengan kriteria yang ditetapkan yakni starting (pemula), growing (berkembang), dan expanding (meluas).
Meski saat ini ia telah meraih impiannya sebagai bos di perusahaan sendiri, namun Jaya tak lantas sombong dan puas dengan hasil yang diperolehnya. Ia mengakui bahwa masih banyak kekurangan yang ada pada dirinya. Untuk itu ia bersemboyan bahwa tak pernah ada kata untuk berhenti belajar. Dirinya terus belajar tentang berbagai hal antara lain leadership, pengembangan usaha, ataupun motivasi. Selain belajar dari para mentornya seperti Bob Sadino, Purdi E. Chandra, dan Andrie Wongso. Ia juga tak segan belajar dari teman-temannya tentang berbagai kasus yang mereka alami. Dari proses belajar yang tiada henti itu pula, ia masih ingin terus berkarya dalam dunia usaha. Buktinya, sekarang dirinya telah merencanakan untuk membuat perusahaan baru yang bergerak di bidang permodalan (Momentum Capital). Targetnya tahun ini perusahaan capital ini sudah mulai beroperasi dengan membeli saham perusahaan lain yang menguntungkan tapi memiliki keterbatasan dalam masalah modal.
Semua kerja keras dan kegigihan Jaya ternyata membuahkan kemapanan finansial yang tidak diperuntukkan bagi dirinya pribadi, tapi juga bagi keluarganya. Kendati demikian, kemapanan tersebut tak membuat dirinya lupa masa-masa sulit yang pernah dilaluinya, "Saya tetap menikmati masa-masa susah waktu itu. Andaikan mengalami kegagalan lagi, saya yakin bisa bangkit kembali", ujarnya. Jangan kaget jika kesehariannya, pria yang mengendarai Mercedes ini, hanya mengenakan t-shirt, celana jins dan bersandal ria. ”Itulah seragam kebesaran saya. Malas Jaim-jaiman”, imbuhnya.
Jaya yakin bahwa perjalanannya di dunia bisnis masih belum menemukan terminal pemberhentian. Dan ke depan, dirinya masih ingin mewujudkan obsesi yang didambanya selama ini yakni menciptakan Entrepreneur Place yang kelak menjadi Pusat Study dan Pariwisata Entrepreneur terbesar sedunia.

Senin, 26 Januari 2009

kesaksian

TESTIMONIAL


  • Jln. Pulo Mas Timur IID/4, Jakarta

    UIE Power Touch, UIE Liquid Chlorophyll dan K-Link Kino menjadi solusi yang sangat hebat. Pada awal bulan Januari 2002 saya mengalami serangan Jantung dan Penyempitan pembuluh darah arteri. Untuk itu saya harus diopname di Rumah Sakit di Jakarta. Akhir bulan Januari 2002, pengobatan saya lanjutkan ke Singapura untuk melakukan balonisasi ketiga pembuluh darah yang tersumbat tersebut. Seusai pengobatan di Singapura, saya dianjurkan berobat jalan ditambah dengan minum obat-obatan yang jumlahnya...


  • Jakarta

    Harga BBM Naik Membuat kepala saya pusing, untuk ada K-Fuel Saver, Dengan K-Fuel Saver Konsumsi BBM Kendaraan saya berkurang menjadi tidak boros dan tenaga mesin terasa wuss wusss wusss. Terima Kasih K-Fuel Saver


  • Pontianak

    Dengan Spirulina, tubuh saya terasa lebih sehat. Saya seorang mahasiswa Fakultas Tekhnik di Universitas Tanjung Pura, Pontianak. Sebelum mengenal produk kesehatan K-LINK, saya sering mengkonsumsi jamu dan suplemen lainnya, karena untuk menjaga kondisi tubuh, agar tidak sakit sewaktu lembur mengerjakan tugas-tugas kuliah. Setiap malam, saya hanya tidur rata-rata 1 samapi 1,5 jam/hari. Hal ini mengakibatkan kondisi tubuh saya lemah dan sering kali saya jatuh sakit. Badan terasa capek dan lemas....


  • Perum Kopri B.7 No.1 Sukadane, Bandar Lampung

    Saya Bernama Cahya Indah Budi K. berasal dari Bandar Lampung, pada pertengahan bulan Agustus saya sedang bertugas ke Yogyakarta, dan bertemu dengan teman lama saya sewaktu SMA dan beliau menawarkan produk K-Link kepada saya. Saya mencoba menggunakan Chlorophyll, Power Oil dan OmegaSqua, saya merasakan sekali manfaatnya sejak menggunakan produk tersebut kaki saya sudah tidak sering kram lagi, dan bahkan hilang sama sekal dan tubuh saya tatap prima walapunb saya beraktifitas tiap hari dari jam...


  • Yogyakarta

    Stroke selama 15 tahun membuat saya sangat menderita. Selama 15 tahun saya menderita stroke. Hari-hari rasanya sesuatu yang membosankan. Setengah hari badan saya terasa lemah, lutut saya kadang-kadang mati rasa, saya jadi malas bergerak, hingga akhirnya jari-jari kaki saya menjadi kaku dan bertekuk ke bawah. Dokter dan berbagai pengobatan alternatif sudah saya kunjungi, namun belum nampak adanya perbaikan. Rasanya hidup ini seperti tak berarti, hanya tidur, makan dan begitu terus menerus...


  • Desa Sumber Jaya Rt/Rw: 03/03 Tambun, Be

    Diabetes dapat dikontrol dengan Chlorophyll dan Kinotakara. Sejak 7 agustus 2001 saya menderita penyakit Diabetes (kencing manis) dengan kadar gula darah 465. Saat itu saya pernah dirawat di rumah sakit selama 4 hari, saya harus mengalami diet ketat, makanan yang saya konsumsi saat itu hanya sekitar 25 % dari apa yang biasa saya makan sehari-hari. Setiap hari saya harus minum obat dari dokter yang beraneka macam bentuknya, ditambah lagi makanan saya harus benar-benar dijaga ketat, hal ini...


  • Jln. Teratai no.102 Pekan Baru, Riau

    Badan tambah sehat berkat Chlorophyll. Saya bekerja sebagai pengawas pada salah satu perkebunan di Riau. Selama saya bekerja saya selaluberjalan kaki dengan jarak yang jauh dan berdiri dalam waktu yang lama menyebabkan saya sering mudah capek. Selain itu saya suka duduk melipatkan kaki (bersila), kadang-kadang bisa satu jam duduk bersila untuk beribadah. Akibat dari itu semua kaki saya sering merasa kesemutan. Disamping itu saya juga mempunyai keluhan jerawat batu (komedo) dan sakit maag....


  • Jln. Gg. Cemerlang No. 11, Pontianak

    Nyeri lutut hilang dengan Kinotakara. Dua tahun yang lalu saya pernah mengalami kecelakaan dan mengalami cedera pada lutut. Karena hal tersebut sampai sekarang saya kadang-kadang merasakan nyeri pada lutut. Saya juga mempunyai tekanan darah rendah yang membuat kepala saya sering pusing, dan pada malam hari saya sulit tidur serta sering terbangun karena keinginan buang air kecil di malam hari. Saya memakai produk K-Link yaitu Kinotakara. Pada awal pemakaian lutut seperti ditarik-tarik. Akan...


  • Jln. Danau Sentarum, komp. Sentarum Seja

    Produk K-LINK memberikan kesehatan yang Prima. Saya sudah melakukan operasi besar sebanyak 4 kali dari tahun 1996-2000. Setelah operasi saya masih harus konsultasi dengan dokter yang selalu menyarankan saya untuk rajin minum obat dan istirahat, selain itu saya juga mengkonsumsi obat tradisional. Walau demikian saya tetap merasakan sakit yang luar biasa di bagian organ yang sudah di operasi. Hal ini membuat saya stress dan menyebabkan kondisi fisik saya semakin menurun serta mempengaruhi saya...

  • sumber.www.k-link.co.id

sambutan dari big boss


KATA SAMBUTAN DARI GROUP MANAGING DIRECTOR


Prinsip dan falsafah K-LINK International adalah mewariskan rasa kasih sayang dan kemanusiaan dari abad yang telah lalu. Kemanusiaan dan teknologi maju dari dua abad tersebut akan bersatu dan menghasilkan manfaat-manfaat yang luar biasa, di mana kami ingin memimpin para usahawan agar dapat membangun perekonomian pada abad ke-21 ini. Ini akan membantu membangun usaha antara bangsa yang kokoh serta membangun perniagaan kami di seluruh dunia.

Pertimbangan kami dalam membina bisnis global adalah jelas. Kami memberi arahan dan dukungan penuh kepada para usahawan untuk mengembangkan K-LINK International ke pasar internasional. Selain memberikan kesadaran tentang arti kesehatan dan kecantikan, kami juga berharap K-LINK International dapat memainkan peranan penting dalam bisnis penjualan langsung secara global untuk memenuhi wawasan menjadi perusahaan penjual langsung yang bertaraf internasional. Kita perlu menanamkan semngat bermurah hati, keberanian, ketekunan dan perencanaan yang baik.

Sebagai perusahaan penjual langsung yang bersemangat kuat, unggul dan berstrategi, K-LINK International juga dilengkapi dengan wawasan yang luas dan manajemen yang berkonsepkan profesionalisme. Manajemen dan para usahawan bergandeng tangan dalam mencapai budaya 3 "I" yaitu Inisiatif, Informatif dan Inovatif. Bersama itu, kami juga memenuhi 5 prinsip yaitu misi, wawasan, pengakuan, penghargaan, dan keanggotaan untuk membina keluarga dari seluruh pelosok dunia.

Salah satu sumber utama wawasan menjadi kenyataan ialah rangkaian produk-produk yang unggul, harga produk yang terjangkau dan produk-produk kesehatan yang berkhasiat. Dalam menyebarkan konsep kesehatan dan kecantikan ke seluruh dunia, kami berharap lebih banyak orang bergabung bersama K-LINK International untuk saling bantu-membantu dalam mengekalkan gaya hidup yang sehat.

Falsafah K-LINK International akan diselaraskan berdasarkan budaya, bangsa, adat, agama, usia dan latar belakang pendidikan. Kami membangun budaya saling mengasihi di antara para usahawan dan pihak manajemen dengan menanamkan sifat keikhlasan, keyakinan dan kemauan. K-LINK International memberikan kaedah "Win-win" yang akan menjadikan para usahawan menjadi pemimpin yang terpandang di pentas internasional. K-LINK International telah membuktikan bahwa K-LINK International telah banyak meningkatkan taraf hidup banyak orang.

Sabtu, 24 Januari 2009

bisnis school

K-System merupakan Support System dalam menjalankan Bisnis K-Link. K-System adalah sebuah sistem pendukung yang dikelola bersama antara para Leader K-Link dan Perusahaan K-Link. Hal ini untuk menghindari terjadinya distorsi sehingga tetap berada pada posisinya untuk mendukung usaha Anda bersama K-Link. Seminar & Pelatihan k-Link & Support K-System :PROGRAM PROFESIONAL 01 :Pelatihan untuk calon member dan distributorModul Pelatihan :
BOP (Business Opportunity Presentation)
G-BOP (Grand Business Opportunity Presentation)
BT-123 (Business Training)
RtM (Road to Manager), (Materi kompilasi BT-123)
OnC (Orientation and Commitment)PROGRAM PROFESIONAL 02 :Pelatihan untuk Distributor yang berperingkat 6% (Senior Member) ke atasModul Pelatihan :
BOB (Best of The Best)
CNQ (Champion Never Quit)PROGRAM PROFESIONAL 03 :Pelatihan untuk Distributor yang berperingkat 9% (Supervsor) ke atasModul Pelatihan :
PSM (Partner Sejati Meeting)
RTE (Road to Emerald)
TTP (Training The Presenter)
RtM (Road to Manager), (Materi kompilasi BT-123)
OnC (Orientation and Commitment)PROGRAM PROFESIONAL 04 :Pelatihan untuk Distributor yang berperingkat Emerald Manager ke atasModul Pelatihan :
TTT (Train The Trainer)
RTE (Road to Emerald)
TTP (Training The Presenter)
RtM (Road to Manager), (Materi kompilasi BT-123)
OnC (Orientation and Commitment)PROGRAM GENERAL :Pelatihan untuk semua Distributor dari peringkat member hingga peringkat Royal Crown Ambassador Modul Pelatihan :
CN / CD (Crown Nite / Crown Day)
RN / RD (Recognition Nite / Recognition Day)
Anniversary)
Produk Talk)
Sumber : Buku Kerja Foundation Pack K-Link

mau jadi mitra?

Syarat pendaftaran
Untuk melakukan pendaftaran menjadi distributor K-Link di seluruh kantor K-Link di indonesia, pastikan anda memiliki item dibawah ini :
Fotocopy kartu Identitas (KTP/SIM/PASSPORT)
Rekening Bank *
Nama dan Kode Sponsor
Apabila anda belum memiliki rekening bank, nanti bisa menyusul, atau anda dapat mengambil bonus anda di tempat anda melakukan pendaftaran.
Biaya Pendaftaran
Untuk menjadi distributor K-Link, tidak diperlukan biaya yang mahal, biaya pendaftaran yaitu Rp. 190.000,- ( seratus sembilan puluh ribu rupiah ), ya hanya Rp. 190.000 anda sudah berhak menjual produk-produk K-Link di seluruh Indonesia bahkan di dunia, dan tentunya anda juga berhak mendapatkan bonus tiap bulannya dari omzet jaringan yang anda hasilkan.
Apa saja yang didapatkan saat melakukan pendaftaran
Produk K-Link Liquid Chlorophyll 1 Botol senilai Rp.140.000
1 Member Card (Luar Jakarta Proses 1-2 Minggu)
1 Tas Kulit Starter Kit Warna Hitam berisi Info K-Link
5 VCD Product Talk
1 VCD Testimonial
1 VCD Company Profile
1 VCD K-Link Favorite Songs
4 Kaset Fondation Pack
1 Buku Kerja
1 Nota
1 Product Catalog
1 Daftar Harga Konsumen
1 Daftar Harga Distributor
1 Brosur Marketing Plan
Kumpulan Brosur-Brosur produk

Jumat, 23 Januari 2009


Mu’Min merupakan pasta gigi khusus yang mengandung ekstrak asli akar suci yang pertama di dunia. Tidak mengandung alkohol, bersih dan halal.
Akar Sugi atau siwak merupakan sejenis kayu yang berasal dari tanah Arab, yang dapat bermanfaat untuk kebersihan gigi dan mulut.
Akar Sugi atau siwak sudah digunakan sejak zaman Nabi, dimana diriwayatkan dalam beberapa hadits,antara lain :
* “Bersiwak itu sebagai pembersih mulut dan diridhoi oleh Allah” (Hadits Riwayat Ahmad VI/47,62,124. An-Nasa’i no.5 dan Bukhari menyebutkannya secara ta’liq dalam bab As-Siwak Ar-Ruthbuwa Al-Yabisu Li Ash-Shaim II/682).
* “Bersugi itu menjadi penawar dan obat segala penyakit kecuali mati” (Riwayat Al-Dailami daripada Allah).
Produk Mu’Min diciptakan sebagai pasta gigi yang amat sesuai dalam persiapan sholat bagi umat muslim, karena dapat menyucikan mulut.

KEUNGGULAN PASAT GIGI MU’MIN :
* Pasta gigi dengan ekstrak asli akar sugi pertama di dunia.
* Pasta gigi Mu’Min merupakan pasta gigi yang bebas Fluoride.
* Aman walaupun terkonsumsi.
* Ekstrak akar sugi bermanfaat untuk menguatkan gigi dan gusi, membersihkan karang gigi, mencegah gigi berlubang, memutihkan gigi, menghilang bengkak gusi, mencegah gusi berdarah, mengatasi pecah-pecah bibir dan menjaga kesegaran mulut sepanjang hari.

Kandungan pasta gigi Mu’Min ekstrak asli akar sugi (Siwak). Lemon, ros, mint dan cengkeh yang memberikan rasa nyaman pada mulut dan melindungi gigi.
Mu’Min menjadikan senyum anda lebih indah.